• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Jumat, Mei 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » #HJKB212 Gedung Gemeente Huis, Yuk Mengenal Balai Kota Bandung

#HJKB212 Gedung Gemeente Huis, Yuk Mengenal Balai Kota Bandung

cut salsa by cut salsa
6 September 2022
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG. BEDAnews.com – Pernah mendengar gedung Gemeente Huis? Ya, Gemeente Huis merupakan salah satu gedung tertua di Kota Bandung yang berada di Jalan Wastukencana No. 2. Sekarang lebih dikenal sebagai Balai Kota Bandung,

Sebelum gedung ini didirikan, pada lokasi ini terdapat gudang kopi (koffie pakhuis) milik Andries de Wilde yang dibangun pada 1819.

Hingga Pada tahun 1923 gudang itu diserahkan kepada Pemerintah kolonial Belanda.

Pada tahun 1927 gudang kopi itu dirobohkan dan di bangun Gedung Balai Kota.

BeritaTerkait

Penghormatan kepada Guru adalah Penghormatan terhadap Masa Depan Umat

8 Mei 2026

Menyimak Empat Pelajaran Penting tentang Eksistensi Guru

8 Mei 2026

Arsitek yang merancang bentuk bangunan ini bernama Ir. Eh. de Roo. Pendirian balai kota ini terkait status Kota Bandung sebagai kota praja sejak tahun 1906.

Saat itu, sekitar bangunan Gemeente Huis  telah berdiri bangunan publik pendukung, yakni Javasche Bank yang sekarang menjadi Bank Indonesia (1909), Katedral (1921), dan Gereja Bethel (1925).

Pada tahun 1935, balai kota memerlukan tempat yang lebih luas. Akhirnya balai kota diperluas dengan menambah bangunan baru di bagian belakang. Bangunan ini juga menghadap ke Pieter Sijthoffpark (Sekarang Taman Balai Kota).

Arsitek dari pembangunan ini masih seorang Ir. Eh. De Roo. Ia merancang gedung baru ini dengan gaya art deco yang tengah populer saat itu, dan memberikan kesan lebih modern.

Karena bentuk gedung yang memanjang dan bagian atap gedung yang tampak datar, gedung ini pun mendapat julukan Gedong Papak (Gedung yang atapnya rata).

Setelah kemerdekaan, gedung ini tetap difungsikan sebagai balai kota atau kantor Wali Kota Bandung sampai saat ini.

Baru pada tahun 1980-an dibangun gedung kembar di sisi kanan dan kiri gedung papak untuk keperluan perkantoran. (Cut Salsa)

Previous Post

Siapkan Masa Depan Sebelum Masa Pensiun

Next Post

Pemkot Bandung Kerahkan Tim untuk Awasi Penyaluran BLT BBM

Related Posts

Edukasi

Penghormatan kepada Guru adalah Penghormatan terhadap Masa Depan Umat

8 Mei 2026
Edukasi

Menyimak Empat Pelajaran Penting tentang Eksistensi Guru

8 Mei 2026
Ekonomi

BRI Peduli Hadir untuk Warga Terdampak Kebakaran di Ciseureuh Kota Bandung

8 Mei 2026
TNI-POLRI

PANGKORMAR TERIMA PAPARAN RENCANA GARIS BESAR LATIHAN PRATUGAS SATGASMAR PUTER XXX TA 2026

8 Mei 2026
TNI-POLRI

Jalin Kebersmaan Sahli Kormar Laksanakan Olahraga Bersama

8 Mei 2026
Ekonomi

DPRD Jabar Dorong BJB Perkuat Peran Sosial Ekonomi

8 Mei 2026
Next Post

Pemkot Bandung Kerahkan Tim untuk Awasi Penyaluran BLT BBM

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021