3. Pengorbanan atas Ego dan Kepentingan Duniawi
Idul Adha dan hari tasyrik mengajarkan pengorbanan sejati bukan hanya menyembelih hewan kurban, tetapi menyembelih ego, kesombongan, dan cinta dunia berlebihan. Mengutip QS Al-Hajj ayat 37: “Daging dan darah kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang sampai kepada-Nya.” Khatib menegaskan ibadah harus melahirkan transformasi sosial dan penguatan kepedulian kemanusiaan di tengah konflik, kesenjangan, dan individualisme.
4. Pendidikan Keteladanan Keluarga
Kisah Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Siti Hajar menunjukkan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter. Keteladanan keluarga menjadi benteng moral di tengah krisis figur dan melemahnya nilai akhlak.













