b). Di Balik Fleksibilitas, Ada Kerentanan yang nyata , karena fleksibilitas kerja yang dijanjikan oleh ekonomi digital, seperti di startup dan platform aplikasi, seringkali hanya menjadi ‘ilusi kebebasan’ sementara . namun di baliknya, Gen Z menghadapi ketidakpastian pendapatan, status kerja yang tidak tetap, dan sulitnya membangun solidaritas karena budaya kerja yang individualistik.
c). Terdapat Paradoks dan Tantangan Baru, Meski menginginkan fleksibilitas, Gen Z juga rentan terhadap pengangguran, bukan karena kurangnya keterampilan, tetapi karena ketidakmampuan beradaptasi dengan tekanan realitas eksternal. Generasi yang menghadapi praktik union busting atau pelemahan gerakan buruh secara halus di era digital, dimana serikat pekerja sering dicitrakan sebagai entitas kuno yang bertentangan dengan inovasi.












