• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Selasa, Februari 17, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Harga Naik, Rakyat Panik

Harga Naik, Rakyat Panik

Hargib by Hargib
1 Januari 2026
in Ekonomi
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Lilis Sulastri
(Guru Besar Ilmu Manajemen FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Kenaikan harga sering datang tanpa aba-aba. Tidak diumumkan di ruang rapat, tidak dibacakan dalam pidato resmi. Namun terasa ramai pertama kali di pasar, di warung, di dompet yang semakin tipis. Ketika harga kebutuhan pokok naik beruntun, kepanikan sosial pun muncul bukan karena masyarakat irasional, tetapi karena rasa aman terhadap ekonomi terganggu.

Panik bukan sekadar reaksi emosional. Dalam ilmu ekonomi dan manajemen, kepanikan adalah sinyal kegagalan sistem yang muncul ketika masyarakat tidak lagi percaya bahwa mekanisme pasar dan kebijakan negara dianggap belum mampu melindungi kebutuhan dasar ekonomi warganya.

Ketika Harga Menjadi Isu Psikologis

BeritaTerkait

Beragam Inovasi dan Teknologi Dukung Grup PHI di Zona 9, Lampaui Target Produksi Migas 2025

14 Februari 2026

Imlek 2026 Asal Usul dan Makna Dibalik Tahun Kuda Api

14 Februari 2026

Variabel harga tidak hanya menjadi persoalan ekonomi semata, tetapi juga permaslahana psikologi kolektif. Begitu harga pangan naik, masyarakat merespons dengan perubahan perilaku yang membeli berlebihan, menunda belanja produktif, menarik tabungan, dan menyimpan uang secara defensif. Dalam ekonomi perilaku, hal ini disebut sebagai loss aversion yakni ketakutan kehilangan lebih besar daripada harapan untuk memperoleh. Namun Masalahnya adalah kepanikan sering memperparah keadaan. Permintaan melonjak sesaat, pasokan menjadi terganggu, dan harga naik lebih tinggi. Keadaan seperti ini menunjukkan bahwa inflasi bukan hanya soal suplai dan uang beredar, lebih dari itu menjadi persoalan kepercayaan.

Page 1 of 4
12...4Next
Tags: Ekonomi IslamHarga NaikKepanikan soasilPancasikaRakyat PanikTata Kelola
Previous Post

Panglima TNI Monitoring Pengamanan Malam Tahun Baru 2026, TNI Kerahkan Ribuan Personel dan Alutsista

Next Post

Resolusi Awal 2026: Menata Niat, Menguatkan Takwa, dan Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Related Posts

Ekonomi

Beragam Inovasi dan Teknologi Dukung Grup PHI di Zona 9, Lampaui Target Produksi Migas 2025

14 Februari 2026
Ekonomi

Imlek 2026 Asal Usul dan Makna Dibalik Tahun Kuda Api

14 Februari 2026
Ekonomi

Lemahnya Pengawasan Pemanfaatan Air Jadi Sorotan DPRD Jabar

12 Februari 2026
Ekonomi

Infrastruktur Kelistrikan Satpel Taman Pesisir Penyu Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng Belum Memadai

12 Februari 2026
Ekonomi

DPRD Jabar Soroti Aturan Rutilahu

12 Februari 2026
Ekonomi

BRI Salurkan Bantuan Alat Musik Kepada Balada Anak Desa dan Kelompok Seni Bermuara Pelabuhan Ratu

10 Februari 2026
Next Post

Resolusi Awal 2026: Menata Niat, Menguatkan Takwa, dan Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021