NGAWI || Bedanews.com — Hampir sebulan berlalu sejak Jembatan Garuda berdiri kokoh di Desanya, Bu Jaini (60), masih seperti tak percaya. Jembatan yang sebelumnya hanya menjadi harapan warga, kini benar-benar hadir dan mengubah kehidupan masyarakat.
Di balik kokohnya jembatan di Desa Cantel, Kecamatan Puti, Kabupaten Ngawi tersebut, tersimpan cerita tentang perjuangan warga yang selama bertahun-tahun harus berhadapan dengan sulitnya akses untuk menyeberangi sungai.
Dulu, sungai bukan hanya aliran air yang membelah wilayah mereka, tetapi juga penghalang yang harus ditaklukkan setiap kali hendak beraktivitas di seberangnya.
Berbagai cara pun dilakukan. Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus memanfaatkan tumpukan pasir sebagai pijakan untuk menyeberang. Pengalaman itu masih begitu jelas bagi warga di sana.













