“Kalau tidak ada Jembatan Garuda, mungkin kami warga di sini masih menggunakan tumpukan pasir untuk menyeberangi sungai,” kenang Bu Jaini saat berada di lokasi jembatan sambil melihat arus sungai di bawahnya, Kamis (3/9/2026).
Cara sederhana itu tentu bukan tanpa risiko. Ketika debit air meningkat atau kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilalui, aktivitas warga pun ikut terganggu.
Kini, cerita itu perlahan menjadi bagian dari masa lalu. Jembatan Garuda hadir bukan hanya sebagai penghubung dua sisi sungai, tetapi juga membuka akses yang selama ini dinantikan masyarakat.
Warga Cantel lainnya, Muhamad Machi (59), merasa bersyukur dengan Jembatan Garuda yang telah dibangun. Ia juga mengaku tak perlu was-was lagi saat harus menyeberang.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya jembatan ini. Sekarang lebih mudah untuk menyeberang dan tidak lagi khawatir ketika sungai sedang penuh sekali pun,” ujarnya.













