Di SMAN 8, Ema mengapresiasi fasilitas yang dihadirkan dalam rangka uji coba PTMT ini, seperti tempat cuci tangan, bilik disinfektan, kapasitas ruang kelas, hingga pengawasan siswa yang harus berada di kelas meski jam istirahat.
“Saya apresiasi, siswa tidak boleh bergerak dari tempat duduknya meski jam istirahat, mereka membawa bekal masing-masing. Tapi persoalannya di sini, tidak boleh mencoba makanan orang lain, karena itu bisa jadi potensi,” katanya.
“Tinggal dipikirkan saja siswa harus membawa sendok garpu dengan artian tidak pakai tangan karena kalau pakai tangan harus cuci tangan setelah makannya, itu harus keluar kan,” lanjutnya.
Ema pun berharap pengawasan dan bimbingan terhadap para siswa terkait protokol kesehatan tidak hanya dilaksanakan dalam lingkungan sekolah saja, tetapi hingga sampai ke rumah-masing.












