“Perjuangan Muhammad Salim penuh dengan tantangan, termasuk keterbatasan dukungan yang ada saat ini. Kami masih mengandalkan pembiayaan mandiri dalam proses persiapan,” ujar Subhan.
Lebih lanjut, Subhan menyampaikan harapan besar agar ke depan terdapat dukungan nyata dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, sektor swasta, maupun stakeholder lainnya, guna menunjang kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi tingkat Asia.
“Kami sangat berharap adanya dukungan sponsorship agar persiapan dapat berjalan maksimal. Ini bukan hanya tentang individu, tetapi tentang membawa nama Indonesia di kancah internasional,” tambahnya.
Sebagai bagian dari strategi peningkatan performa, setelah mengikuti kompetisi di Bangladesh, Muhammad Salim juga direncanakan akan menjalani training camp di Tashkent, Uzbekistan selama kurang lebih satu bulan. Program ini ditujukan untuk mematangkan kemampuan teknik, fisik, dan mental dalam menghadapi Asian Games 2026.













