Toleransi adalah kekuatan pemersatu yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya, kekuatan spiritualitas yang tidak bisa diabaikan dalam perbedaan melihat perbedaan sebagai keberagaman yang menyatukan.
Toleransi dalam konteks sosial budaya dan agama berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda.
Toleransi berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotip yang tidak adil, sehingga tercapai kesamaan sikap.
- Makna Apa yang bisa digali dari HAB, Terkait Edukasi?
Tujuan pendidikan karakter di Indonesia membentuk bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi. Toleransi yang dimaksud menghasilkan sebuah kerukunan. Apabila toleransi antar umat beragama dapat terjalin dengan baik dan benar, akan menghasilkan masyarakat yang rukun satu sama lain. Dengan pendidikan toleransi setiap peserta didik selalu dikembangkan sikap tenggang rasa dengan teman, guru, dan orang lain. Selain itu, ditanamkan juga sikap saling pengertian dan tidak saling mencurigai, empati, kerjasama, dan respek terhadap orang lain, adanya saling pengertian dan saling menerima satu sama lain.
- Apa Harapan dengan memperingati HAB, Kedepannya?
Inti kerukunan beragama adanya perdamaian. Perdamaian tidak akan dapat dicapai secara instan, tapi diperlukan proses yang berkelanjutan baik dalam proses pendidikan dilingkungan sekolah maupun masyarakat agar semakin tumbuh dan berkembangannya keharmonisan dan keselarasan hidup. Salahsatu instrumen utama dalam memperkuat perdamaian adalah pendidikan. Sebaliknya, jika tidak ada perdamaian maka kesejahteraan masyarakat dalam bidang ekonomi dan politik juga tidak mungkin tercapai. Ini berarti sikap toleransi, keharmonisan dan kerjasama sosial antar masyarakat merupakan dasar bahkan landasan utama dari perdamaian.











