KAB. BANDUNG — Dengan memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan menjadi instrumen bagi generasi muda untuk mengejar peluang ketinggalan pembelajaran di tahun-tahun sebelumnya. Dengan PTM diharapkan bisa meraih harapan dalam upaya memenuhi pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
Salah seorang pengurus Yayasan Pesantren Modern Mathaul Huda, H. Uus Haerudin Firdaus, mengatakan, sistem pembelajaran daring yang diterapkan secara tak langsung sudah merugikan semua pihak.
“Kehabisan Kuota, kerja orang tua terganggu, dan kerugian ekonomi lainnya yang jelas sangat membuat mereka kesulitan di masa pandemi covid 19,” katanya di Soreang, Jum’at (8/10/2021).
Dia mengungkapkan, penerapan pembelajaran daring itu tidak efektif, hanya menambah kebodohan saja. Siswa yang seharusnya belajar jadi tidak maksimal dan lebih tertarik dengan aplikasi permainan. Sementara yang mengerjakan tugas sekolah, tak lain orang tuanya.












