Oleh: Mufid Rahmat (Ketua Mustasyar MWC NU Boyolali)
BOYOLALI || Bedanews.com – Konflik domestik PBNU telah menyita perhatian publik. Eskalasinya telah sampai ke struktur PWNU dan PCNU; pembelahan tidak bisa dihindarkan, karena memang itu sebagai keniscayaan yang diharapkan. Sampai sekarang, konflik belum berakhir meskipun signal untuk berakhir sudah terlintas di jalan sunyi maupun riuh.
Islah, meski melalui proses berliku akhirnya disetujui, dilanjutkan musafahah, tangis sendu, cipika-cipiki ala santri dan diakhiri makan bersama. Nahdliyyin, struktural dan kultural seolah bersorak bersama; Alhamdulillah, jalan rekonsiliasi menuju Muktamar 35 tampak landai. Benarkah?
Naga-naganya masih jauh dari panggang api jika di antara shohibul konflik tidak memiliki komitmen. Menelisik dinamika terkini, ada indikasi di antara shohibul konflik ada yang bergejala inkonsistensi, mengeluarkan statemen kontroversi, kontradiktif yang berpotensi bangunan islah menjadi stagnan, bahkan setback.











