Adapun malinformation merupakan informasi yang sebenarnya berbasis fakta, tetapi digunakan untuk menyakiti atau merugikan pihak lain, misalnya melalui pembocoran data pribadi tanpa kepentingan publik.
“Ketiga hal ini punya dampak yang sangat buruk, yaitu merusak integritas demokrasi, memecah kohesi sosial dan menurunkan kepercayaan publik terhadap media maupun penyelenggara pemilu,” ujarnya.
Albertus juga memaparkan bahwa, dunia media terus mengalami evolusi dari model tradisional menuju sistem yang semakin terintegrasi dan berbasis teknologi.
Pada tahap awal, media beroperasi secara terpisah antara media cetak, televisi, dan media online. Namun dalam perkembangannya muncul konsep cross media, di mana satu jurnalis dapat menghasilkan konten untuk berbagai platform sekaligus.












