“Dua hal penting dari kehadiran Danantara: pertama, mendorong kesejahteraan masyarakat melalui usaha-usaha strategis. Kedua, mengajak masyarakat turut serta mengawasi dan memastikan transparansi pelaksanaannya. Negara-negara besar di Eropa, Amerika, bahkan tetangga kita seperti Malaysia dan Singapura, telah lebih dulu memiliki mekanisme serupa. Kini, Indonesia juga mengambil posisi yang setara,” jelasnya.
Meski berbagai pandangan pro dan kontra bermunculan, Prof. Ningrum menegaskan pentingnya dukungan publik untuk memberi ruang dan waktu kepada pemerintah dan pengelola Danantara agar bisa bekerja optimal.
“Sudah saatnya kita memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk mengelola Danantara. Pro dan kontra itu wajar. Tapi mari beri waktu agar mereka bisa menunjukkan hasilnya. Penilaian yang adil bisa diberikan setelah ada hasil nyata, tentu dengan komunikasi yang transparan dan efektif antara pemerintah dan pengelola Danantara,” ujarnya.













