HeadlineHukum

Gunakan Surat Palsu, Miding Ginting di Ajukan ke Meja Hijau

BANDUNG, BEDAnews.com – Diduga gunakan surat palsu untuk novum,  Midin Ginting diajukan ke meja hijau. Sidang di gelar di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis, 30/04/2020

Menurut Jaksa Penuntut Umum dalam surat dakwaannya, sekitar bulan Januari 2014 terdakwa Midin Ginting melakukan jual beli atas tanah dan bangunan yang berlokasi di Jalan Cikutra No 211 C Kelurahan Neglasari Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung dengan saksi korban H. Ridwan.

Sesuai permintaan terdakwa pembayaran atas jual beli tanah dan bangunan tersebut dilakukan dengan cara dibayarkan ke Bank Mandiri Cabang Batununggal Bandung untuk melunasi pinjaman terdakwa serta menebus sertipikat no 384 dan no 385 yang dijaminkan oleh terdakwa ke Bank Mandiri Cabang Batununggal Bandung sebesar Rp. 930.000.000

Pembayaran selanjutnya sebesar Rp. 2.600.000.000 dibayarkan kepada Asnawi Bangun dengan cara transfer untuk pembelian 10 unit truk tronton yang kemudian 10 unit truk tronton tersebit dikirimkan kepada terdakwa. 

Selain pembayaran tersebut, saksi korban juga membayar BPHTB sebesar Rp. 97.000.000 dan pajak penghasilan dibayar oleh terdakwa sebesar Rp. 100.000.000

Namun pada tanggal 12 september 2018 terdakwa membuat surat pernyataan yang ditulis tangan oleh terdakwa yang isinya 

 “Terdakwa menyatakan dengan sebenarnya jika tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cikutra 211 Rt 04 Rw 02 Kelurahan Neglasari Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung nomor SHM 384 dan 385 atas nama Miding Ginting tidak pernah dijual belikan” 

Surat pernyataan diatas materai 6000 terdakwa tanda tangani, kemudian diajukan kepada Yadi Suryadi selaku ketua Rt dan Suryana selaku ketua Rw agar terdakwa tetap dinyatakan sebagai pemilik yang sah serta berhak atas tanah dan bangunan tersebut. 

Padahal sebenarnya tanah tebal dan bangunan tersebut sudah bukan lagi milik terdakwa karena kepemilikannya sudah beralih kepada H. Ridwan.

Surat itu kemudian diajukan ke kelurahan Neglasari hingga terbitnya surat keterangan nomor 0682/SK/IX/2018 tanggal 12 september 2018 yang ditandatangani oleh Lurah Neglasari.

Surat keterangan tersebut terdakwa gunakan sebagai bukti baru (novum) dalam permohonan peninjauan kembali atas putusan perkara perdata nomor 152/PDT/G/2016/PN.BDG tanggal 31 oktober 2016.

Atas perbuatan terdakwa, maka H. Ridwan selaku pemilik yang sah atas tanah dan bangunan tersebut  mengalami kerugian sebesar 4 miliar.Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam pasal 263 ayat 2 KUHPPidana.

Jaksa mengajukan keberatan kepada majlis hakim, karena salah satu kuasa hukum terdakwa mendapat sangsi dari organisasinya dan tidak diizinkan beracara selama 2 tahun. 

Terjadi perdebatan alot antara kuasa hukum terdakwa dengan jaksa, Wartawan menciba mengambil gambar dipersidangan, namun salah satu pengacara terdakwa mengepalkan tangannya. (boed) 

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close