Kepada para wartawan, pegiat literasi yang juga pernah menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pengelola Taman Bacaan Rekreatif tahun 2012 ini menjelaskan, Komunitas Gada Membaca berdiri pada 18 Februari 2015. Gada Membaca terlahir dari serangkaian kegiatan yang dirasakan manfaatnya secara langsung dan melibatkan masyarakat setempat.
“Kita mengharapkan adanya Taman Baca ini bisa mendorong tumbuhnya komunitas baru yang didasari atas dasar kerelawanan. Kami juga mengharapkan dukungan dari stakeholder terkait untuk mendukung Komunitas Gada Membaca,” tambah Agus.
Komunitas Gada Membaca kini telah mengunakan aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS), sehingga memudahkan anggota dalam mengisi kunjungan dan proses peminjamannya, dan anggota bisa melihat buku apa saja yang tersedia. Kartu dan buku mengunakan QR code sehingga memudahkan dalam memberikan pelayanan.













