Bandung BEDAnews.com
Setelah melalui evaluasi Kemendagri yang sempat membuat kerepotan Pemprov Jabar karena banyaknya kegiatan yang terkoreksi dan terasionalisasi Pemprov jabar pada akhirnya menyerahkan Daftar Pelaksanaan Anggaran TA 2015 kepada Seluruh SKPD dilingkungan Pemprov Jabar dan dana bagi hasil bagi Kabupaten Kota di Jawa Barat.
Perbaikan atas hasil evaluasi Kemendagri terhadap APBD Provinsi Jabar tahun 2015, Pemprov Jabar Selasa akhirnya menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD Prov. Jabar tahun 2015, yang diserahkan langsung oleh gubernur Jabar Ahmad Heryawan kepada para pimpinan OPD di lingkungan Pemprov. Jabar, pada saat bersamaan Gubernur juga menyerahkan dana bagi hasil kepada Kabupaten/Kota di Jabar.
Dalam pengantarnya Gubernur menyatakan, DPA yang diserahkan ini telah melalui proses evaluasi dari Kemendagri. Adapun, beberapa hal yang dievaluasi, yaitu tentang alokasi APBD yang harus mengakomodir besaran anggaran untuk pendidikan minimal sebesar 20 persen, kesehatan 10 persen dan infrastruktur 10 persen.
Berdasarkan evaluasi Kemendagri, APBD Prov. Jabar Tahun 2015, untuk alokasi anggaran pendidikan sudah mencapai 30 persen, infrastruktur 10 persen dan yang masih kurang ialah anggaran kesehatan yang baru mencapai 5,6 persen, jelas Gubernur.
Dengan masih adanya kekurangan untuk alokasi anggaran kesehatan, beberapa program dan kegiatan di APBD Provinsi ada yang dibatalkan sehingga prosentase anggaran kesehatan ditambah. Adapun penambahan sektor kesehatan akan dialokasikan untuk beberapa kegiatan diantaranya peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit milik Pemprov. Jabar yaitu RS Al Ihsan yang berlokasi di Baleendah, Kabupaten Bandung.@her













