Bandung BEDAnews.com
Untuk mengoptimalkan kinerja Organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru, salah satunya dengan melakukan perampingan melalui penggabungan beberapa struktur organisasi perangkat daerah (OPD).
Yang direalisasikan dengan pelantikan Pejabat Eselon II, III dan IV yang berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Senin (3/10). Berdasarkan pemantauan, puluhan PNS dilantik Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan.
Pejabat Eselon II yang dilantik adalah Dadang Masoem sebagai Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT ) yaitu OPD hasil gabungan BKPPMD dan BBPT, Sony Adisuwarna sebagai Kepala Biro Investasi dan BUMD Poppy Sofia Biro Perekonomian.
Usai pelantikkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, ada beberapa perubahan SOTK struktur pemerintahan, seperti BPPT gabung dengan BKPPMD, sehingga menjadi badan penananam modal dan perizinan terpadu. Dalam hal itu dua badan jadi satu badan. Asalnya dua eselon 2 jadi satu, sementara eselon 3 nya dari 8 sekarang jadi 5.
"Mudah mudahan ini merampingkan struktur tapi fungsinya tidak berkurang, bahkan kaya fungsi," jelas Heryawan kepada wartawan usai melakukan Pelantikan dan pengukuhan 67 orang pejabat esselon II, III dan IV di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Barat di gedung Sate, Senin (3/11/2014).
Ditambahkannya, selain penggabungan 2 badan tersebut ada juga pembentukan biro baru, yaitu biro perekonomian dan biro investasi.
"Ada biro baru namanya biro perekonomian dan biro investasi, dalam hal itu biro yang lama harus ada penyesuaian. Biro perekonomian dan biro Investasi tersebut merupakan gabungan dari biro bina produksi dan biro administrasi perekonomian. Tadinya mau tambah satu biro, tapi dibatasi. Jadi tidak tambah biro tetapi hanya melakukan penyesuaian saja," katanya.
Aher juga mengumumkan adanya penambahan empat BUMD. Yaitu PT BIJB, PT Agro Jabar, PT Migas Hulu dan Migas Hilir.
"Diharapkan perkembangan BUMD jadi lebih baik. Sehingga BUMD bisa maju cepat akselerasi perkonomian, ketika ada persoalan cepat diselesaikan," katanya.@hermantz













