Ini bukanlah ketakutan yang berlebihan. Ini adalah logika geopolitik yang sederhana. Saat ini, hanya ada tiga negara Muslim yang secara kredibel mampu melawan tekanan Israel: Iran, Pakistan dan Turki. Setelah Iran, Israel akan memfokuskan seluruh sumber dayanya untuk melumpuhkan Pakistan dan Turki. Jika kedua negara ini berhasil dilumpuhkan, maka pintu akan terbuka lebar bagi Israel untuk mendominasi dunia Muslim tanpa lawan yang berarti.
Arab Saudi? Mesir? Yordania? Maroko? Negara-negara ini secara perlahan tetapi pasti sedang dalam proses normalisasi hubungan dengan Israel. Mereka lebih memilih bisnis dan keamanan daripada konfrontasi. Mereka bukanlah benteng perlawanan.
Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, akan menjadi yatim piatu di panggung internasional. Tidak ada lagi negara Muslim yang berani bersuara lantang mendukung Palestina. Tidak ada lagi negara Muslim yang mampu menahan kebijakan ekspansionis Israel. Tekanan akan semakin besar bagi Indonesia untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan mengabaikan nasib rakyat Palestina. Apakah kita ingin itu terjadi? Saya yakin tidak.













