Ia menambahkan bahwa pelaksanaan program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas belajar siswa, tetapi juga membantu meringankan beban orang tua. Selain itu, keberadaan dapur penyedia makanan bergizi turut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar dan menggerakkan perekonomian lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari desa setempat.
“Program ini bukan hanya soal makanan, tetapi tentang masa depan generasi bangsa. Ketika anak-anak sehat dan tercukupi gizinya, maka kita sedang menyiapkan sumber daya manusia yang unggul,” tegasnya.
Sebagai Anggota Komisi IX yang membidangi kesehatan dan kesejahteraan rakyat, Mariana juga menekankan pentingnya pengawasan bersama dalam pelaksanaan program. Ia mengakui bahwa sebagai program yang relatif baru berjalan, masih terdapat proses evaluasi dan penyempurnaan di lapangan.













