Garut, BEDAnews
Homeless Word Cup (HWC) adalah kompetisi sepakbola internasional bagi mereka yang terkait dengan masalah ketunawismaan dan yang termarjinalkan secara sosial seperti penderita HIV/AIDS, pemakaian narkoba dan warga miskin, yang hingga saat ini di dunia terdapat kurang lebih satu milyar tunawisma.
Tahun ini HWC dilaksanakan di Meksiko City, Mexico dan merupakan penyelenggaraan yang kedua kali, dimana yang pertama digelar di Paris, Perancis. Di HWC 2011, Indonesia menduduki peringkat ke 6 sekaligus dinobatkan sebagai tim pendatang baru terbaik, dan Ginan Koesmayadi kapten tim Indonesia ditetapkan sebagai pemain terbaik, dan saat ini Indonesia menduduki peringkat ke 22 di HWC ini.
Di Indonesia, Rumah Cemara adalah national partner untuk penyelenggaraan HWC sejak 2009. Rumah cemara adalah organisasi berbasis komunitas untuk orang dengan HIV/ AIDS dan pengguna narkoba di Indonesia, didirikan oleh lima orang mantan pengguna narkoba pada tanggal 1 Januari 2003 dan terdaftar sebagai organisasi non profit dibawah departemen sosial dan departemen hukum dan HAM RI, dengan satu tujuan yaitu Indonesia tanpa stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan pengguna narkoba.
Untuk penyelenggaraan HWC kali ini, tim sepakbola Indonesia mengirimkan 8 pemain, 1 pelatih dan 1 manajer, dengan anggaran yang dibutuhkan untuk keberangkatan kurang lebih sekitar Rp. 500 juta yang harus digalang secara swadaya, melalui penggalangan dana bertajuk "Seribu Untuk Satu Mimpi".
Di Garut, penggalangan dilakukan oleh Garut Family Care (GFC), organisasi dukungan sebaya penyandang HIV/ AIDS yang sudah lama eksis di Garut dan merupakan partner dari Rumah Cemara. Penggalangan dana di Garut sendiri, salah satunya dilakukan pada acara Car Free Day yang digelar tiap hari Minggu di kawasan pusat kota Garut.
Seperti yang dilakukan pada Minggu (2/9) didepan gedung KNPI, sejumlah aktivis GFC yang dipimpin langsung koordinatornya, Linda Febrianti menggalang dana dari warga yang lewat serta kendaraan terutama mobil.
Linda yang didampingi koordinator program HWC di Garut, Empi menuturkan kebutuhan anggaran Rp. 500 juta tersebut adalah untuk latihan persiapan/ pemusatan latihan selama satu bulan, kit lengkap untuk pemain dan official serta tiket pulang pergi Jakarta – Mexico untuk pemain, pelatih dan official.
“Dengan berpedoman hidup adalah udunan/ iuran, kami hanya perlu seribu rupiah dari 500.000 masyarakat Indonesia, untuk keberangkatan tim Indonesia menuju Mexico City dan berlaga di Homeless World Cup 2012. Mari kita wujudkan mimpi, kibarkan bendera Indonesia di Mexico City," harap keduanya kompak. (Yuyus)












