BINJAI || Bedanews.com – Gerindra soroti pergeseran anggaran pada APBD 2026 Kota Binjai. Terjadi pergeseran anggaran sekitar 4 Miliar antara APBD 2026 yang di Paripurnakan di DPRD dengan dokumen APBD yang dikirim ke Gubernur.
“Kami di Banggar tidak pernah diajak diskusi soal pergeseran anggaran 4 M itu, tiba-tiba saat kami terima hasil evaluasi Gubernur. Kami cek ada pergeseran, ini aneh dan terlalu berani Pemko buat seperti itu,” kata Ronggur Simorangkir Anggota DPRD Kota Binjai Fraksi Gerindra melalui keterangannya, Rabu (11/2).
Ronggur menerangkan, pergeseran anggaran itu terjadi pada belanja gaji/honor pegawai. Pada dokumen APBD 2026 yang diparipurnakan itu nilainya sekitar 521 M, namun di APBD 2026 yang dikirim ke Gubernur itu nilainya jadi 517 M. Setelah di breakdown lagi, ternyata selisih 4 M itu dipecah ke beberapa kegiatan di Pemko.












