Menurut Fredy, perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan pembangunan karakter agar mahasiswa tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi dan perubahan gaya hidup global. Ia mengingatkan bahwa generasi muda harus tetap mengingat akar budaya, nilai kebangsaan dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
“Di tengah perkembangan teknologi dan era digital yang sangat cepat, mahasiswa jangan sampai kehilangan jati diri. Kita boleh maju secara teknologi, tetapi tetap harus memiliki karakter, nilai, dan rasa cinta tanah air. Jangan melupakan akar kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Fredy.
Ia menjelaskan bahwa, Character Building Development Center (CBDC) Binus merupakan wadah pembinaan karakter mahasiswa agar memiliki kemampuan berpikir kritis, empati sosial, integritas, serta ketahanan diri terhadap berbagai ancaman negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.













