“Gempa pertama kami rasakan sore hari tanggal 14, tapi tidak signifikan. Gempa besar justru yang kedua, keesokan harinya 15 Januari sekitar jam 03.00 pagi. Gempa pagi menjelang subuh itulah yang berdampak serius, karena memang kami rasakan sangat kuat,” ujar Tri Aji.
Seketika Tri Aji mengecek pangkalan, asrama, kantor, dan lain-lain di lingkungan Kodim Mamuju. ” Kami mengevakuasi keluarga, lalu pukul lima semua anggota Kodim saya kumpulkan di Makodim,” ujarnya.
Pagi itu juga, ia melapor kepada atasan langsung, Danrem 142/Taroada Tarogau, Brigjen TNI Firman Dahlan. Aji juga meminta bantuan tambahan pasukan. “Kami mendapatkan tambahan 40 personel dari Korem 142/TT,” ujarnya.
Sejurus kemudian, melalui Sekda Tri Aji mendapat amanat Bupati, untuk “mengambil-alih situasi”.












