SEMARANG || Bedanews.com – Mahkamah Agung (MA) mengandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penanganan insiden web defacement, pada Jum’at (18/9/2025).
Kegiatan diselenggarakan secara hybrid, luring untuk PN dan PT Semarang, sedangkan satuan kerja dibawah PT Semarang mengikuti secara daring.
“Begitu banyak jenis jenis trend serangan siber, didominasi Ransomware Attacks, Social Engineering, Phising Attacks, Cloud Security Risks, AI misuse, diperlukan sumber daya yang mumpuni,” tegas Tim dari BSSN mengawali paparannya.
Setiap organisasi, khususnya Mahkamah Agung harus memiliki tim tanggap insiden siber. Tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden siber dengan mendeteksi, menilai dan mengurangi insiden siber, lanjutnya mengingatkan.













