Begitulah kehidupan dalam sistem Kapitalisme, ilusi pelayanan kesehatan berkualitas makin kuat karena kebatilan dari asas paradigma dan konsep, yakni kesehatan adalah komoditas untuk dikomersilkan. Negara hadir sekadar membuat aturan bagi kepentingan berbagai korporasi kesehatan. Sehingga, dalam kebijakan kesehatan meski akses publik terhadap pelayanan kesehatan lebih luas, namun di sisi lain keberadaan sistem kehidupan Sekuler Kapitalisme terbukti membawa petaka bagi manusia, tak terkecuali anak-anak. Hal tersebut menjadi bukti nyata kelalaian pemerintah terhadap hak setiap warga negara.
Berbeda dengan Islam, sebagai ideologi yang bersumber dari wahyu Allah Azza wa Jalla kaya akan konsep dan pemikiran cemerlang, termasuk di dalamnya konsep pelayanan kesehatan yang adil dan berkualitas.













