“Lebih dari sepertiga anggaran pendidikan dialihkan ke program makan bergizi gratis yang masih carut-marut. Akibatnya, kualitas pendidikan—mulai dari peningkatan kompetensi guru hingga infrastruktur sekolah—terancam terbengkalai,” ujar Raja.
Dalam diskusi yang dihadiri 18 wartawan senior lintas bidang tersebut, FWK menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh disertai audit investigatif terhadap anggaran dan mekanisme distribusi MBG. Tanpa keterbukaan dan pengawasan yang ketat, mereka memperingatkan, program ini berisiko berubah menjadi proyek politik yang mengorbankan kesehatan publik sekaligus masa depan generasi muda. (Red).
Page 3 of 3












