Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerin) Demak, Drs. Agus Kriyanto, saat di konfirmasi (2/9) terkait pernyataan Ketua Federasi Serikat Pekerja Energi dan Pertambangan (FSKEP) Kabupaten Demak, Poyo yang viral di medsos, membenarkan kalau disana rata-rata perusahaan yang baru berdiri dan masih butuh transfer knowledge dengan kualifikasi setingkat middle management. Namun pihak Pemda melalui Disnaker melakukan pendekatan dg HRD agar SDM & pekerja lokal Demak di akomodir & prioritas.
“Rencananya pada tanggal 30 September nanti akan melakukan jobfair dan banyak dari mereka yang nanti akan kita gandeng. Jumlah loker kurang lebih 2000, termasuk nanti untuk teman-teman difabel,” ungkap Agus.
Agus Kriyanto menambahkan, saat ini Pemda melalui Disnakerin akan mendorong pekerja lokal & khususnya Demak untuk Industri yang ada diwilayah Demak. Khusus di Jatengland belum terdata semua, sementara hanya WNA. “Untuk saat ini kegiatan di Jatengland masih ada beberapa dalam tahap konstruksi,” tutupnya. (Red).












