Melalui Pernas XII Istimewa ini, FMKI tak hanya merefleksikan sejarahnya sebagai forum awam Katolik, tetapi juga memantapkan langkah ke depan sebagai wadah kerasulan politik yang sah dan transformatif.
“Kami percaya, FMKI dapat menjadi jembatan antara spiritualitas Katolik dan tanggung jawab kebangsaan,” tutup Yohanes Ari Nurcahyo.
Dalam dunia yang terus berubah, FMKI menegaskan kembali tekadnya untuk hadir sebagai suara moral, sahabat Gereja dan mitra strategis bagi bangsa. (Red).
Page 5 of 5











