Burhan dapat infomasi bahwa, minggu depan akan ada lomba balapan kuda yang diadakan oleh Mepala Desa, Burhan bersiap-siap akan mengikuti lomba itu, Burhan minta kepada teman-temannya datang di acara lomba balapan kuda. Candra dan kawan-kawan mempersipkan bendera kecil, yang mereka buat dari kertas layangan, tiba saatnya lomba balap kuda akhirnya Burhan menjuarai menjadi no 1, Burhan ambil bendara sama Candra lalu sentakkan kudanya berlari membawa bendera merah putih, kudanya nama bento, ayoo bento, cita-citaku harus tercapai untuk membantu Presiden menyalatkan NKRI.
Nah, kalau Dias, usia 11-12 tahun, Suku Ambon, Dias ini bercita-cita menjadi Menteri, Dias adalah anak yang unik dan rambut kriting dan kulitnya hitam, Dias sering kali dibully sama Bonar, misalnya mau belajar on line tapi tidak ada jaringan, makanya Bonar nyuru Dias naik keatas pohon cari jaringan, karena selama covid-19, belajar lewat on line, sedangkan Dias, Burhan tak punya Hp, yang punya hp cuma Fatimah. Dias sangat senang sekali dengan pak Presiden, karena di kampungnya Dias sudah bisa naik oto lewat tol, Dias ini adalah anaknya sangat lucu diantara kawan-kawan lainnya.













