Kadang-kadang teman-temannya di buat terharu jika Bonar membacakan tentang Puisi Indonesiaku, Presidenku, bapak Presidenku adalah sosok manusia sangat berguna bagi rakyat, Presidenku adalah sosok manusia memberiku kedamaian, kadangkala Bonar mengajak teman-temanya naik di atas batu besar lalu Bonar meminta pada teman-temanya mendengarkan membaca Puisi tentang PAHLAWANKU sambil memegang bendera merah putih di buat dari kertas plastik. Dan Bonar ini jika berbicara dengan teman-teman nada keras dan tinggi seperti ngajak peran, tapi Bonar bikin suasana damai karena bikin ketawa dan lucu. Bonar pun sangat bangga dengan pak Presiden karena datang di kampungku lalu disambut oleh masyarakat di kampung aku, memang luar biasa pak Presidenku.
Berbeda dengan Burhan yang usia 10-11 tahun, suku Makasar, yang memiliki hoby naik kuda, Burhan ini adalah putra Makasar yang sering kali mendapatkan kejuaraan balapan kuda, kecil-kecil cabe rawit. Burhan memiliki cita-cita ingin jadi Tentara, kenapa Burhan ingin jadi tentara karena ingin mengawal pak Presiden, bahwa pak President menurut Burhan adalah Presiden merakyat, Presiden yang berani turun dalam keadaan hujan maupun menangani bon bunuh diri di Thamrin, jadi Burhan ingin sekali jadi Tentara.













