Ketika Candra berjalan pulang, ia melewati sekolahannya. Ia melihat ada mobil yang memasuki halaman sekolah untuk berputar arah. Ketika mundur mobil itu menabrak tiang bendera dari bambu yang tertancap di halaman sekolah. Mobil itu terus melaju meninggalkan halaman sekolah. Candra melihat tiang bendera dari bambu tersebut hendak roboh. la berlari menuju halaman sekolah hendak menyelamatkan bendera merah putih yang hendak menyentuh tanah, lantaran tiangnya roboh. Dengan sigap, Candra berhasil menyelamatkan bendera merah putih, meski siku lecet dan baju kaos yang ia pakai berlepotan tanah.
Pak Asnawi, usia 35-40 tahun, Pak Asnawi ini adalah asli Jawa dan memiliki ternak kambing, sapi dan kuda di kampung itu, salah satunya kambing yang dipelihara oleh Candra dan Gandis itu adalah milik pak Asnawi, pak Asnawi adalah orang baik, kadang Candra dan Gandis di kasih makan dan lain-lain, kadang juga merasa kasihan pada Candra dan Gandis dengan baju yang kusut dan robet. Candra dan Gandis perayaan hari 17 Agustus 3 hari lagi, maka berdua ingin supaya Bendera Sang Merah Putih tetap ia kibarkan di hari kemerdekaan, maka Candra mengambil baju Gandis yang putih dan celana Candra warna merah mereka gunting lalu dijahit menjadi bendera, tiba besok paginya mereka berdua dan dua kambingnya berlari menuju tengah sawa menancapkan bambu itu di pematang sawah, sebelum matahari terbit, lalu berdua menyanyikan lagu Indonesia raya serta kambingnya ikut hormat bendera. (Harry).













