Candra dan Gendis, kadang menangis dan kangen orang tuanya, karena kadang anak ini kekurangan makan, sedang Candra dan Gendis serta 10 kawan-kawannya bermimpi bisa menjadi Paskibrata di istana Negara. Suatu malam Candra terbangun pada jam 1 malam, lalu berdiri dari tempat tidurnya mengambil air wudhu, dengan niat melaksanakan sholat Tahajjud, setelah tunaikan sholatnya lalu Candra berdo’a, ya allah, ya tuhan kami, kabulkan do’aku untuk bisa menjadi paskibata di istana Negara bersama pak Presiden, ya allah, ini adalah hadiah untuk kedua orang tuaku. Amin.
IBU Asma, usia 25-30 tahun, Ibu Asma ini adalah sosok guru bahasa Indonesia di sekolah dasar Bontosila, Ibu Asma setiap hari berjalan kaki kurang lebih 15 kilometer jarak dari rumah Ibu Asma, ibu Asma sangat memiliki semangat untuk membantu anak-anak ini dapat mengerti berbahasa Indonesia yang benar, ibu Asma mengajar menjadi guru tidak digaji dari pemerintah, karena sekolah ini dibangun oleh Pak Darmawan secara inisiatif sendiri.













