Ia juga menekankan bahwa, seni jaranan tidak hanya sebatas hiburan rakyat. “Diharapkan seni jaranan mampu berkontribusi ikut menjaga nilai-nilai luhur bangsa dan tetap mengokohkan jati diri kita sebagai bangsa timur yang penuh dengan peradaban yang luhur,” lanjutnya.
Festival Jaranan Trenggalek ke-29 akan berlangsung selama enam hari, dari 28 September hingga 4 Oktober 2025. Ratusan peserta ikut serta, mulai dari tingkat SD/MI, SMP, SMA, hingga kelompok umum se-Kecamatan Trenggalek. Tak hanya itu, peserta dari luar daerah seperti Tulungagung, Kediri, Blitar, hingga Malang juga turut meramaikan ajang ini.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Gus Ipin, dalam sambutannya menegaskan bahwa, jaranan adalah warisan budaya yang harus terus dipelihara di tengah gempuran era digital. “Kita patut bangga, Trenggalek bisa menjadi rumah besar bagi seni jaranan. Ini bukan sekadar atraksi, melainkan bagian dari identitas kita yang harus diwariskan ke generasi penerus,” katanya.













