“Dan yang lebih menggembirakan adalah dukungan dari Federasi Internasional Muaythai, melalui Surat yang dikirim Presiden IFMA kepada saya, selaku Ketua Umum PBMI, yang menyatakan bahwa, IFMA hanya mengakui PBMI yang saya pimpin, sekaligus sebagai satu-satunya organisasi Muaythai yang ada di Indonesia yang diakui IFMA,” ungkap Ketua DPD RI ke-5 itu.
Ketum PBMI masa bakti 2026-2030 itu juga menyampaikan bahwa, PBMI, melalui Badan Yudisial yang sudah terbentuk di pusat, dapat menjatuhkan sanksi kepada Insan Muaythai Indonesia berupa sanksi terberat untuk tidak dapat mengikuti pertandingan resmi di dalam dan di luar negeri. “Saya ingatkan para Atlet, jika kalian terus melakukan itu, hanya akan merugikan karir kalian,” pungkasnya.
Untuk itu, LaNyalla menghimbau para Atlet yang terhasut dengan pihak yang mengaku-ngaku PBMI untuk kembali sebelum menerima sanksi. Kembali ke Pengprov dan Pengkab/Pengkot masing-masing untuk menyongsong Kejurnas 2026, PON Beladiri 2026, Muaythai Championship di Malaysia dan persiapan SEA Games 2027.













