Ini bukan déjà vu. Ini adalah realita baru! Dunia tidak lagi menuntut kepemilikan, tapi konektivitas. Tidak lagi bicara aset, tapi akses. Tidak lagi soal apa yang kamu miliki, tapi bagaimana kamu menghubungkan kebutuhan dengan solusi.
”Jadi saat para wisudawan melangkah keluar dari kampus Trisakti, jangan biarkan diri terperangkap dalam hibernasi ide atau mengalami hipotermia kreativitas. Dunia menunggu inovasi dari para wisudawan,” kata Dekan FEB Usakti.
”Ingat, pendidikan formal mungkin berakhir hari ini, tapi pembelajaran sejati baru dimulai. Jangan takut untuk gagal. Prokrastinasi ‘tar sok, tar sok’ adalah musuh sejati kalian, bukan kegagalan. Selamat menyongsong dunia baru! Semoga ilmu yang para wisudawan dapatkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tapi kebijaksanaan yang membawa manfaat bagi banyak orang,” ujarnya, menambahkan. (Red).













