Dr. Ali Akbar menegaskan bahwa, pemugaran akan diawali dengan kajian mendalam agar bisa menjawab berbagai pertanyaan ilmiah tentang situs tersebut. “Kami berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Menteri Kebudayaan, atas kepercayaan ini. Semoga tugas besar ini dapat kami laksanakan dengan baik, dan kami memohon do’a restu rakyat Indonesia,” ungkapnya, Kamis (14/8).
Pemugaran akan melibatkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu dengan pendekatan komprehensif, tidak hanya memperbaiki kondisi fisik situs, tetapi juga memperkuat pemahaman sejarah dan kebudayaan yang terkandung di dalamnya. Dengan semangat yang sama seperti pemugaran Candi Borobudur pada 1980-an, upaya ini diharapkan menjadi kebanggaan baru bangsa Indonesia di mata dunia. (Red).













