Senada dengan, Direktur Institute Bungkarno, Hatta Muhammad Hatta Taliwang, ia meminta jangan ada keributan, perjalanan politik bisa menggunakan pendekatan keharmonisasian.
“Jangan ribut salam pilkada karena kita negara yang menggunakan sistem kekeluargaan dan bisa kompromi, ribut itu hanya merugikan masyarakat lapisan bawah,” ungkapnya.
Begitu juga dengan, Dewan Tinggi FABEM, Dr. Aminuddin mengungkapkan, konflik yang terjadi dalam pilkada bisa dilerai dengan adat istiadat yang dimiliki Indonesia.
“Konflik bisa dicegah dengan membuka partisipasi besar kepada rakyat dan setiap pesta demokrasi proses politik menyesuaikan budaya setempat,” ujarnya.
Sementara Pemerhati Hukum, Dr. Weldi Jevi, mengatasi konflik politik bisa dilakukan dengan pendekatan hukum.












