Luar biasanya, gandum itu tidak habis-habis, padahal dipakai terus menerus oleh ‘Aisyah R.A. yang dermawan dan yang lebih mementingkan orang lain sepeninggal Nabi.
Etika selanjutnya adalah bahwa, para pencari nafkah harus bertaqwa kepada Allah. Para pedagang yang jujur itu bersama nabi, orang yang sidiq dan para syuhada. Kejujuran itu datangnya dari ketaqwaan.
Kata Nabi, dunia ini milik empat golongan, yaitu seseorang yang Allah berikan ilmu dan harta, lalu dia bertaqwa kepada Allah, menyambung silaturahim, dan mengetahui hak-haknya Allah. Orang-orang golongan ini adalah yang paling penting kedudukannya di sisi Allah karena menempatkan harta di tempat yang baik di jalan Allah.
Golongan yang kedua adalah orang yang diberi ilmu tetapi tidak diberi harta. Kemudian orang itu berkata bila aku punya harta aku akan melakukan seperti amalan yang dilakukan oleh si fulan, yaitu bersedekah, mengumrohkan orang lain, ingin punya halaqah Al-Qur’an dan tahfidzul Qur’an gratis. Karena niat baiknya itu, dia dan orang yang pertama mendapat pahala yang sama.













