Sementara itu, sahabat yang miskin antara lain Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu (R’A’), Abu Hurairah R’A’, Ashabus Suffah R’A’.
Mereka tidak melirik kepada sahabat-sahabat yang kaya karena yang penting bagi mereka adalah ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah dalam keadaan miskin maupun kaya.
Kata Nabi, jika seseorang sedang diuji dengan kemiskinan, dia akan bersabar kepada Allah, dan ketika dia mendapat kenikmatan karunia dari-Nya, dia bersyukur. Para pencari nafkah harus ingat bahwa rizki berada di tangan Allah, sehingga tidak akan berkurang atau habis.
Dalam riwayat ‘Aisyah radyallahu ‘anha (R.A.) sepeninggal Nabi disebutkan bahwa beliau yang mulia kerap kali mendapatkan hadiah satu karung gandum dan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Jika ada orang yang datang ke rumahnya, beliau memberi sedekah gandum tersebut.













