“Di tengah modernisasi, pesantren seperti Ar-Raaid ini menjadi oase. Tempat anak-anak belajar ilmu agama dan nilai-nilai kehidupan seperti tanggung jawab, disiplin, dan akhlak mulia,” ungkapnya.
Terkait visi Bandung Agamis, Erwin menilai, peresmian gedung baru ini adalah bagian dari upaya konkret Pemkot Bandung untuk membangun kota yang agamis, cerdas, dan berakhlak. Salah satu program yang sedang dijalankan adalah gerakan memberantas buta huruf Al-Qur’an.
“Guru ngaji akan kami datangkan langsung ke rumah-rumah warga. Kami ingin menjangkau mereka yang malu ke masjid karena belum bisa mengaji. Ini bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Erwin juga membuka peluang dukungan Pemkot Bandung kepada pesantren-pesantren, termasuk Ar-Raaid.













