Saya menulis ini bukan karena saya merasa paling benar. Saya juga bukan lagi pemegang keputusan. Tapi sebagai seorang yang pernah duduk di ruang-ruang rapat PBB, yang pernah melihat sendiri bagaimana negara-negara besar macet dan negara-negara kecil kebingungan, saya merasa berkewajiban berbagi.
Kebuntuan AS vs Iran tidak akan selesai dalam satu atau dua tahun. Ini akan jadi bagian dari lanskap dunia untuk beberapa waktu ke depan. Pertanyaannya sederhana: apakah kita ingin terus jadi penonton, atau mau ikut ambil bagian?
Saya pribadi memilih yang kedua. Bukan karena kita paling kuat, tapi karena diam di tempat ketika dunia berubah bukanlah strategi yang bijak.
Kita punya sopan santun dalam bertutur, tapi itu tidak berarti kita harus lemah dalam mengambil sikap. Kita bisa tetap santun, tetap hormat pada semua pihak, tapi juga tegas menjaga kepentingan bangsa sendiri.













