Hal tersebut disampaikan salah seorang warga setempat, Rio, yang ditemui tim saat menyusuri aliran Sungai Cicatih. Menurutnya, perubahan debit air cukup terasa akibat pengaruh musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
“Sekarang kondisi Sungai Cicatih memang mengalami penurunan air. Kalau dibandingkan biasanya, permukaan air turun sekitar satu meter akibat kemarau,” ujar Rio.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari catatan perjalanan ekspedisi sekaligus dokumentasi mengenai kondisi nyata ekosistem sungai. Tim melihat fenomena tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga kawasan hutan yang berperan sebagai penyangga sumber air.
Setelah melalui berbagai tantangan medan, Ekspedisi Cicatih Elpala akhirnya mencapai garis finis di Pelabuhan Ratu pada Jum’at (10/7/2026) sore.













