Ekspedisi ini mendapat dukungan dari Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Boogie, PMBC (Pickup Mini Bus Community), Kementerian Kehutanan, serta organisasi pencinta alam Wanadri. Selama enam hari perjalanan, peserta menjalani berbagai aktivitas mulai dari trekking, pendirian camp, pendakian, rappelling air terjun, hingga pengarungan sungai dengan membawa misi dokumentasi keanekaragaman hayati serta pesan konservasi.
Sebelum memasuki etape pengarungan sungai, tim ekspedisi bergerak dari base camp Cimelati menuju kawasan TNGHS. Mereka menempuh jalur pendakian hingga Pos 5, melintasi lembahan hutan primer, kemudian menuju kawasan Sungai Cicatih untuk memulai pengarungan bersama tim Wanadri.
Dalam perjalanan menyusuri Sungai Cicatih, tim ekspedisi juga menemukan kondisi debit air sungai yang mengalami penurunan akibat musim kemarau. Permukaan air sungai diperkirakan turun hingga sekitar satu meter dibandingkan kondisi normal.













