Ketiga: Pesan Moral – Berdiri Bersama Guru
“Pesan moralnya sederhana: jangan menuntut guru membangun masa depan apabila hari ini kita belum sungguh-sungguh menjaga profesinya,” tegas Dewan Pakar Wagi Galuh Puseur itu.
Bagi pemerintah, kebijakan harus dibangun bersama guru, bukan hanya untuk guru. Bagi masyarakat, menghormati guru berarti membangun kemitraan dan kepercayaan. Bagi guru sendiri, perlindungan bukan alasan mengurangi profesionalitas.
“Semakin tinggi martabat profesi, semakin besar tanggung jawab etiknya,” pungkasnya.
Enam puluh tahun Rekomendasi ILO/UNESCO memberi refleksi: penghormatan tanpa perlindungan mudah menjadi seremoni, tuntutan tanpa pemberdayaan menjadi beban.Maka pertanyaan setelah 5 Oktober bukan lagi, “Sudahkah kita mengucapkan terima kasih kepada guru?” melainkan, “Sudahkah sistem pendidikan benar-benar berdiri bersama guru?”*** Ry












