“Janganlah berbuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki.” (QS. Al-A‘raf [7]: 56)Larangan ini perlu menjadi pengingat ketika kita menggunakan kemampuan dan mengembangkan pembaruan. Sebagai penerapannya dalam kehidupan akademik, setiap karya perlu dipertimbangkan manfaat serta dampaknya.Ketika menyusun proyek pembelajaran, tanyakanlah: kebutuhan siapa yang hendak dijawab? Bahan apa yang digunakan? Berapa banyak air dan energi yang diperlukan? Bagaimana sisa kegiatannya ditangani? Siapa yang akan merawat hasilnya?Pertanyaan tersebut melatih peserta didik memahami bahwa setiap keputusan mempunyai akibat. Kemampuan mencipta perlu disertai kesediaan mempertanggungjawabkan hasilnya.
Dosen dan guru dapat membimbing peserta didik menemukan persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan mereka. Mahasiswa dapat meneliti penyebab pemborosan air. Siswa dapat mempelajari cara mengurangi sampah makanan. Santri dapat mengembangkan pengolahan sampah organik sesuai kemampuan dan keadaan pesantren.Dalam pembelajaran berbasis capaian atau Outcome-Based Education (OBE), tanggung jawab tersebut dapat diwujudkan melalui kemampuan yang terlihat: mengenali masalah, mengusulkan perbaikan, melaksanakan pekerjaan, dan menilai dampaknya.













