“Saya juga bersyukur wisata halal sudah diterima secara internasional. Di Beijing saja sudah ada tujuh masjid besar dan kita tidak sulit mencari makanan halal di sana. Begitu juga di Australia, Amerika, dan di negara-negara Eropa kini sudah banyak tersedia tempat penjualan makanan halal dan tempat ibadah bagi turis Muslim,” kata Akhyar, salah seorang di antara sedikit ilmuwan akuntansi syariah yang ada di Indonesia.
Akhyar sendiri meraih titel S-1-nya dari Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada 1985, sedangkan gelar S-2 didapatkannya dari Department of Management, University of Wollongong, New South Wales Australia pada 1991, dan gelar S-3 diraih pada 1996 dari Department of Accounting and Finance pada universitas yang sama. (Red).













