Ditambahkannya, plastik akan menjadi masalah jika kita memperlakukannya sebagai barang sekali pakai dan langsung dibuang.
“Ketika masuk ke lingkungan, karena sifatnya yang tahan lama, plastik tidak akan mudah terdegradasi oleh alam dan butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk bisa hancur. Harga plastik yang sangat murah, dan gaya hidup yang ingin serba praktis serta perilaku masyarakat yang tidak mau ambil pusing terkait kelestarian lingkungan, menyebabkan plastik menjadi isu lingkungan,” bebernya.
Dijelaskan Ngatiyana, percepatan untuk menuntaskan masalah persampahan ini sangat membutuhkan peran serta semua pihak, terutama masyarakat, para pelaku ekonomi, dan aparat pemerintah. Salah satu cara untuk menuntaskan masalah persampahan, khususnya sampah plastik adalah dengan membatasi penggunaan plastik sekali pakai di tingkat masyarakat.













