Bandung, BEDAnews
Ketua DPRD Jabar Ir. H. Irfan Suryanagara sangat mengapresiasi atas pembangunan Tempat Pembungan Akhir (TPA) yang terletak di Desa Legok Nangka Kac.Nagreg Kabupaten Bandung.
Pembangunan TPA Legok Nangka yang dibiayai oleh APBN dengan pengadaan lahan oleh APBD, masih dalam tahap pembangunan jalan dan drainase, belum masuk tahap pembangunan sistem pengelolaan sampahnya, kata Ketua DPRD Jabar didampingingi Wakil Ketua H. Rudy Harsa Tanaya dan H. Komaruddin Thaher serta Komisi. D.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kebiro Bina Program Taufik BS. Kadis kimrum DR.H.Edy Nasution dan Kabid pengelolaan sampah Diskimrum.
Kunjungan kerja ini dalam rangka melihat progress pembangunan TPA Legok Nangka yang di biayai tahun jamak, untuk pertama kalinya di TPA Legok Nangka yang memiliki luas tanah 74 Ha dari rencana seluas 90 Ha, kami rasa ini perlu segera didukung, ujar Irfan Suryanagara kepada Bedanews saat meninjau perkembangan pembangunan TPA Legok nangka, Senin (4/6).
Sementara itu, Kadis Kimrum Edi Nasution menyampaikan, tahun 2013 sistem yang akan dilakukan sudah jelas sistem pengelolaannya. Karenanya kita juga harus mendukung, inikan dari APBN, sedangkan lahan APBD termasuk juga melakukan pemagaran.
Yang harus menjadi perhatian adalah masalah traffic, apakah menggunakan truck atau dengan kereta api. Itu yang akan dievaluasi bersama antara komisi D, Kimrum dan Dishub, ujar Edi.
Dikatakannya, Jalur Nagreg termasuk jalur yang cukup padat, untuk itu perlu ada pembahasan lebih lanjut, cara pengangkutan sampah yang berasal dari wilayah Bandung Raya (Kota/Kab.Bandung, Kab. BAndung Barat, Kota Cimahi dan Kab.Sumedang.
Dengan dibangunnya TPA Legok Nangka, berarti di wilayah Bandung Raya memiliki satu tempat untuk membuang sampah. Hal ini seperti di Botabek juga ada yaitu di Nambo.
“Jadi harapan kami ini segera terealisasi, sehingga nanti tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh kesah lagi dengan tumpukan sampah. Kan selama ini, sampah menjadi masalah bagi masyarakat karena tumpukan sampah. Untuk itu, TPA Legok Nangka tahun 2015 harus sudah beroperasi dengan kapasitas antar 1000 ton atau bahkan bisa lebih,” tandasnya. (hermanto)











