Bandung BEDAnews.com
Merebaknya hasil temuan adanya indikasi salah satu obat suplemen( viostin ds) yang diduga menggunakan bahan yang berasal dari DNA babi mendapat tanggapan dari anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, yang menilai perlunya perbaikan system terkait dengan urusan obat ini.
Hal ini diungkapkan Yomanius Untung, S.Pd. wakil ketua Komisi V disela-sela persiapan seidang paripurna DPRD Jawa Barat, jln. Diponegoro 27 Bandung. Senin. (5/2/2018).
Subtansi permaslahan ini apakah BP POM, ikut mengendalikan atau apapun tetapi kalau mental pengusahanya tidak berubah ya dia akan mengakali terus atau bahkan ada oknum, di pemerintahan yang gak bener jadi sistemnya harus diperbaiki.
“Kalau sistemnya tidak diperbaiki, besok lusa akan meledak lagi. Dalam kasus yang berbeda…”.Ujar Untung.
Dikaitkan dengan kewenangan DPRD dalam pengawasan Untung mengungkapkan . Meskipun pengendalian obat dan makan merupakan kewenangan pusat, tetapi kita juga perlu berpikir membantu pusat bagiamana agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh. (@)













