Bandung, BEDAnews
Komisi D DPRD Jabar meminta Disorda Jabar, Kontraktor Pelaksana, MK/ konsultan pengawas termasuk juga pihak Diskimrum Jabar, untuk terus meningkatkan koordinasi dan bekerja secara optimal dalam penyelesaian pembangunan Sport Centre Arcamanik (SCA).
Hal ini karena SCA merupakan salah satu sarana olahraga terpadu yang akan dipergunakan untuk kegiatan PON 2016 mendatang, demikian dikatakan Sekretaris Komisi D DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., ketika dihubungi melalui teleponya, Rabu (27/3).
Menurut Ineu, Sport Center Arcamanik merupakan komplek terpadu sarana olahraga yang dirancang bertarap internasional, yang diharapkan dapat selesai sesuai dengan jadwal kontrak atau maksimal sebelum akhir jabatan Gubenur (Juni 2013).
Sebelumnya pimpinan dan anggota Komisi D DPRD Jawa Barat yang dipimpin oleh Ketua Komisi D, Ir.H. M.Q Iswara, Sekretaris Ineu Perwadewi Sundari, S.Sos, H. Zulkipli C, Ir.Hj Lily Zuraida, H. Koko Abdul Kadir, Dra. Hj. Ijah, H. Dedi Ismail, Drg Hj. Is Budi Widuri, H. Ujang Fahpulwaton, SE., yang juga didampingi Kepala Disorda Jabar Drs. H. Otji S Wiharjadi, M.Pd., dan Perwakilan Diskimrum Jabar, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan SCA, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan SCA yang didanai melalui tahun jamak dari APBD Jabar.
Dari hasil peninjauan lapangan dan informasi dari pihak Disorda Jabar dan kontraktor pelaksana, bahwa progress pembangunan sudah mencapai 20 persen lebih. Untuk itu, bila nanti pembangunan SCA tidak selesai sesuai jadwal dalam kontrak, tentunya perlu dilakukan evaluasi dan dicarikan jalan keluarnya agar pembangunan SCA dapat terselesaikan, terutama menyangkut masalah pembiayaan.
Soal pembiayaan, apakah nanti akan masuk dalam pembiayaan reguler atau tahun jamak kembali, itu tergantung hasil evaluasi dan kajian. Untuk itu Komisi D meminta pihak Disorda, kontraktor dan pengawas untuk dapat bekerja secara optimal demi mengejar ketertinggalan, tetapi tetap memperhatikan cuaca (hujan) agar kualitas pekerjaan tetap terjaga, ujar Ineu menirukan ucapan Ketua komisi D Ir. Iswara.
Sementara itu di tempat terpisah, Kadisorda Jabar Otji S Wiharjadi kepada membenarkan adanya keterlambatan pembangunan SCA karena keluarnya IMB terlambat, relokasi Pordasi, dan cuaca /hujan.
Untuk mengejar target, agar pembangunan dapat selasai tepat waktu, Disorda Jabar telah meminta pihak kontraktor pelaksana, MK, Pengawas untuk bekerja secara optimal. Bahkan kini, pekerjaan dilakukan siang dan malam, pungkasnya. (hermanto)











